Sabtu, 22 Januari 2011

''Aku.. dan rasa penyesalan...

''Senagnya, melihat mereka.. yang sedang duduk di taman.. dan bersanda gurau dengan keluarga...
walaupun sederhana.. tapi lengkaplah sudah kebahagiaan yang mereka rangkul,..
itulah.. yang aku lihat di hadapan ku..
kenapa??? aku tak mempunyai itu semua... pahit rasanya hidup yang ku jalani ini...
setelah engkau pergi meninggalkan kami.. untuk selamanya..
''Andai aku dapat memutar waktu... aku tak akan menyia-nyiakan kasih sayang dan rasa keperdulianmu padaku... ''Sungguh.. ayah... aku menyesal.. sangat..sangat.. menyasal''...
sifat kerasmu telah membuat diriku tak membalas rasa sayangmu...
hatiku telah tertutup dengan amarah dan rasa benci ,..
''Walaupun engkau telah tiada,.. aku hanya ingin kau tau,,, bahwa aku tidaklah seperti anak2 mu yang lainnya,..
yang malu, akan dirimu seorang ''pemulung''.. dan aku yakin,, kau juga' pasti berkata begitu..
'' kenapa setelah  engkau pergi.. kami baru menyadari sifat lembut mu, sifat kasih sayangmu, kenapa..?. kenapa.. ayah..?? lihat sekarang ayah.. anakmu telah tumbuh dewasa, tapi kehidupan ini.. makin tak memntu..
sulit bagiku, ntuk melihat kedepan.. terlalu banyak duri di setiap langkahku..   Aku butuh kamu ayah...
aku lelah.. aku ta' sanggup.. ingin ku membahagiakan mereka.. tapi aku tak mampu,, terlalu berat beban yang aku pikul,,, '' Sekarang ini.. impian, dan cita2 ku telah lenyap.. tak ada satu harapan,
yang ku jalani hanya , hanyalah menyambung nyawa.. dan berikhtiar.. tanpa ada satu tujaun..

**** Ayah,, maafkan segala khilafku...
       maafkan aku,, atas apa yang sudah aku lakukan padamu..
     aku mencintaimu ayah... berehatlah engkau di alam sana...
takkan henti-hentinya aku mengirim do'a padamu..
 agar engakau tau ayah.. aku dan keluarga.. menyayangimu... kau tetap hidup di hati kami...

** Lukisan... adalah, Puisi yang bisu...
    dan Puisi, adalah Lukisan yang berbicara...   ***
seprti itulah diriku...  dan kata2 inilah yang sering aku dengar...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar